Be Ladies and Just Stay Girls




People often say that I'm still a childish girl. I act like teenager, living happily with no burden, and having a mood swing easily, and changing mind frequently. Celetukan itu terlontar dari mulut sahabatku. Ya, memang dia terkadang masih kekanak-kanakan. Orang-orang melihatnya sebagai gadis yang sering berubah pikiran, suka seenaknya sendiri, dan hidup semaunya sendiri.

Namun, apakah mereka mengerti bahwa jauh di dalam lubuk hatinya dia memendam suatu rasa yang tak mampu dia ungkapkan? Apakah mereka melihat secara kasat mata bahwa ada beban yang ditanggungnya dan itu mengenai keluarganya? Tahukah mereka bahwa dia secara diam-diam berjuang agar kehidupannya bisa dikatakan layak oleh teman-teman dan para kerabat di sekitarnya?

Sahabatku, mereka memang tak tahu bahwa kau sedang memperjuangkan sesuatu yang tak seharusnya dianggap remeh oleh orang lain yang bahkan tak mengerti dirimu sepenuhnya. Namun, apakah dengan menanggapi mereka, yang kau ungkapkan itu akan membuat mereka merasa dan berhenti mencacimu?

Tidak. Mereka memang begitu, hanya akan terus dan terus berkata bahwa kau tak cukup dewasa untuk mengarungi kehidupanmu sendiri. Aku tahu apa yang kau lalui. Kau berjuang mati-matian selama ini untuk bertahan hidup. Memang kau dulu hidup bersenang-senang dengan apa yang telah dipunyai orang tuamu. Kali ini kau membuktikan kepadaku bahwa kau sudah tak seperti itu. Kau telah menjadi gadis dewasa yang mandiri.

Teruslah berjuang. Jangan lupa bersenang-senang. Ingat, kau tak boleh puas. Jalanmu masih panjang. Tanjakan di fase berikutnya masih terjal. Taklukanlah hingga akhir masamu di dunia ini. Semangatlah, Cassandra.

No comments:

Leave your comment and your blog URL so that I can blogwalking to yours ;)

Powered by Blogger.