Memahami Perbedaan

Berbeda-beda tapi tetap satu.

Kurang lebih itulah pedoman hidup rakyat Indonesia. Sebagai orang yang lahir dan tumbuh di Indonesia, aku merasakan banyak perbedaan di sekitarku. Aku besar di keluarga yang memegang teguh budaya jawa dan beragama Islam. Namun sejak kecil, aku sudah bertetangga dengan keluarga berkebangsaan Amerika dan mereka beragama Kristen. Perbedaan budaya sudah mulai aku pahami dari sana. Beranjak dewasa, aku mulai berkawan dengan lebih banyak perbedaan. Aku hidup di dalamnya. Aku damai dengannya. Hingga suatu saat, orang-orang di sekitarku mulai mengutuk berbagai perbedaan tersebut.

Perbedaan memang sering menjadi pemicu konflik di suatu lingkungan. Tidak usah muluk-muluk. Di keluarga saja, contohnya. Bapak dan Ibu sering berdebat masalah rumah tangga. Anak dan orang tua sering beradu argumen masalah pemahaman masing-masing. Namun, apakah benar perbedaan memang membuat kita tidak bisa tinggal dengan nyaman lagi? Tidak. Perbedaan bisa kita terima dengan lapang dada dengan toleransi. Memahami perasaan sesama dengan lebih baik lagi. Kita ingin orang lain memahamimu, maka pahamilah perasaan orang lain. Orang lain pasti akan memahami kita apabila kita senantiasa memahami mereka. Kalau mereka tidak kunjung paham, alangkah baiknya apabila kita bersabar dan bertahan. Pergi dari mereka adalah solusi terakhir.

Aku memang bukan seseorang yang sudah expert dengan hal-hal seperti apa yang aku tuliskan di atas. Namun, aku berjanji untuk terus belajar menjadi lebih baik dalam menghadapi perbedaan. Apabila prinsip seseorang berbeda dengan prinsip kita, jangan dilawan terlebih dahulu. Ada baiknya berunding dan bermusyawarah dengan kepala dingin. Apabila memang benar-benar tidak ada titik temu, tinggalkan. Tuhan tahu mana yang baik dan mana yang buruk untuk kita.





No comments:

Silahkan tinggalkan kritik dan saran yang membangun. Boleh meninggalkan link blog, tapi mohon untuk tidak mencantumkan link hidup, ya! Terima kasih ;)

Powered by Blogger.