3 Alasan Mengapa Kita Menghina Orang Lain?


Di dunia ini, nggak mungkin semua orang suka sama kita. Pasti ada yang nggak suka, entah itu banyak atau sedikit, tapi pasti ada. Rasa ketidaksukaan seseorang terhadap kita bisa ditunjukkan dengan bermacam-macam cara. Ada yang langsung bilang, ada yang ngomongin di belakang. Ada yang bilang apa adanya, ada yang bilang dengan sarkasme. Ada yang menunjukkannya dengan ekspresi wajah, ada juga yang menunjukkan dengan cara mengejek/menghina, dan lain-lain.

Terlepas dari caranya, ada satu hal yang sering dipertanyakan oleh banyak orang. Saat kita nggak melakukan kesalahan apapun, kita nggak mengusik ketenangan orang lain dengan sengaja atau pun tidak disengaja, tapi ada aja yang menghina kita. Kenapa sih sebenernya? Kenapa mereka-atau bahkan kita sendiri-menghina orang lain tanpa alasan yang jelas?

1. Kita merasa nggak nyaman dengan sesuatu yang ada di dalam diri orang lain

Hal seperti ini pasti sering banget terjadi kepada orang lain atau bahkan diri kita. Orang bisa aja nggak suka dengan penampilan, suara, perilaku, atau apapun yang melekat dalam diri kita atau orang lain yang hanya bisa dilihat dari luar saja. Sebenernya kayak gini klasik banget kan? Kita nggak suka, terus kita ngejek. Entah dengan bikin lelucon atau cara lain, tapi yang jelas ada rasa lucu yang kita rasakan. Cuma masalahnya, kalau orang tersebut tahu, apakah dia akan bisa biasa aja? Yakin kita nggak menyakiti perasaannya? Kalau emang mungkin perasaannya sakit, apa iya masih merasa nggak berasalah? Cuma kita sendiri yang tahu jawabannya.

2. Kita punya masalah yang bikin stress dan menghina orang lain adalah pelampiasan

Sering nggak sih kayak gini? Saat lagi ngerasa nggak bahagia, rasanya kekurangan dari orang lain bikin kita senang dan mengejek mereka bisa membuat perasaan kita lega. Rasanya kalau lihat orang lain nggak bahagia, ya kita jadi ngerasa nggak sengasara banget gitu. The only thing I can say about it is: PATHETIC. Jujur, aku sering seperti ini. Merasa senang saat menghina orang lain dan temen-temenku ikut ketawa. Tapi menurutku, ini bener-bener perbuatan rendahan. Pas aku udah ngerasain sendiri, blar! Rasanya sebel banget dan bikin sakit hati. Serba salah lho rasanya. Mau ngasih tau kalo itu nggak nyenengin ke orangnya langsung, tapi di sisi lain nggak bisa ngapa-ngapain karena itu adalah hal yang sepele. Cuma bisa diem nahan emosi sampe tangan tremor saking marahnya kalo udah berkali-kali dan keterlaluan. Nggak enak, kan?

3. We're so insecure of ourselves so that making fun of other people makes us feel better

Pernah ngerasa nggak pede banget dan akhirnya mencoba bikin orang lain rendah hati supaya kita lebih percaya diri? Parahnya orang itu nggak pernah punya salah apa-apa sama kita, bahkan kita nggak kenal dia! Just admit it to yourself whether you have done it or never. Kalau orang lain pernah bikin joke jayus tentang kita dengan celetukan-celetukan nyebelin, manusiawi kalo kita bales. Tapi kalo nggak ada apa-apa terus ngejekin orang lain biar kita ngerasa lebih percaya diri dan jadi kebiasaan? Well, dude, you have to stop. If you really are insecure, just focus on build your own self-confidence without making fun of others. Dan kalau emang bahagia sama diri sendiri, buat apa menghina orang yang sama sekali nggak kita kenal? Just think about it once more or again and again.

Semua hal yang aku paparkan di atas adalah berdasarkan pengalamanku. Entah aku di pihak si penghina atau yang dihina, yang jelas aku pernah berada di keduanya. There's no word of "late" for being kind to others. Manusia itu tempatnya khilaf, jadi wajar kalau kita berbuat salah. Hal terpenting adalah saat tahu kita salah atau orang lain berbuat salah, berusaha aja buat melakukan yang terbaik. Mau melakukan apa aja, your choice. Semoga kita selalu diberikan kesadaran untuk terus berbuat kebaikan, ya!

No comments:

Silahkan tinggalkan kritik dan saran yang membangun. Boleh meninggalkan link blog, tapi mohon untuk tidak mencantumkan link hidup, ya! Terima kasih ;)

Powered by Blogger.