9/28/16

Quarter Life Crisis? Just Suck It Up!


Menginjak umur ke-24, aku sering ngerasa sampah banget. Sampah banget pokoknya. Kenapa? Karena selain belum menamatkan S1 di umur yang hampir seperempat abad ini, aku juga ngerasa masih belum bisa membahagiakan orang tuaku saat temen-temenku yang lain udah bisa bikin orang tua mereka bangga dengan prestasi mereka.

Quarter life crisis rasanya udah mulai mengendap. Merasa belum dewasa di berbagai aspek pun juga aku rasakan. Secara kemandirian, 90% masih bergantung banget sama bapak ibu di rumah. Pendidikan sarjana pun belum tamat karena terlalu banyak alasan yang bertele-tele untuk menunda mengerjakan skripsi, termasuk ngeblog ini sih sebenernya. 

Kalau liat di timeline, temen-temen udah pada lanjut S2 ke Eropa, Australia, Amerika, dan negara-negara hokya lainnya. Ada juga yang udah berkeluarga dan gemar update kegiatan bersama sang buah hati. Banyak yang udah kerja di perusahaan A, B, C yang ternama di luar kota dengan gaji yang bisa disisihkan ke rekening untuk nyicil beli rumah atau naik haji bersama orangtua.

Baca juga: Menginjak Angka 24

Apakah nasibku bakal gini-gini aja? Rasanya kayak waktu tuh berhenti di umur 22 dan tahun-tahun berikutnya bener-bener jadi periode yang complicated. Dua tahun terakhir adalah periode yang nggak berjalan sesuai ekspektasiku. Bener-bener sedih rasanya. Nggak jarang aku lebih milih di rumah aja dan nggak keluar karena malu. Malu belum seperti teman-teman yang lain yang udah lebih dulu sukses di berbagai bidang.

Tapi apakah aku akan terus-menerus meratapi nasib? Apakah hanya dengan membandingkan potensiku dengan potensi orang lain akan menyelesaikan masalahku?

Aku rasa jawabannya adalah tidak.

Membandingkan apa yang aku punya dengan apa yang orang lain punya sepertinya sah-sah aja sih. Tapi kalau hal ini aku lakukan terus tanpa adanya perbaikan dan motivasi untuk lebih maju di dalam diriku, nggak ada gunanya sih. Lagi pula kita semua nggak sama. Buat apa iri sama kehidupan orang lain? Mungkin mereka terlihat sukses di mata kita karena mereka punya apa yang kita inginkan. Contohnya, sukses dalam opiniku adalah udah lulus kuliah, bisa lanjut kuliah lagi dengan beasiswa, atau kerja di perusahaan ternama dan bisa jalan-jalan serta makan mewah saat akhir pekan datang.

Well, is that enough? Yakin banget kalau itu sukses yang sebenernya? Jangan-jangan cuma cover aja buat nutupin struggle yang nggak kalah complicated di belakangnya. Bisa jadi saat mereka memperhatikan kita, diam-diam mereka juga merasa iri dengan kita. Hal kayak gini nggak akan berhenti dan nggak akan membawa kebaikan kalau ujung-ujungnya cuma bikin depresi.

Baca juga:  It's Alright

Mungkin hari ini kita masih berkutat dengan yang itu-itu aja, just suck it up. Orang-orang nggak bisa paham dengan keadaan kita yang seperti ini, just suck it up. Banyak yang menuntut kita untuk melakukan ini itu yang belum jadi rejeki kita, just suck it up. Semua ada solusi, waktu, dan jawabannya sendiri. Tinggal gimana usaha kita. Mau maju? Belajar lebih banyak, terapkan lebih giat. Mau stuck terus? Nggak usah melakukan apa-apa.

Simpel to? Kayak gitu kok diambil pusing, lho. toyor kepala sendiri

Tulisan ini pada dasarnya aku lakukan untuk diriku sendiri. Aku suka kebanyakan pikiran dan pada akhirnya aku menemukan jawabannya setelah aku tulis panjang lebar. Hihihi. Syukur kalau temen-temen yang baca tulisan ini juga jadi lebih semangat dan kembali bangkit dari keterpurukan. Semoga setelah ini kita jadi makin termotivasi dan nggak gampang iri dengan orang lain.
Kita semua berbeda dan kita semua berharga. Jangan sia-siakan potensi yang ada karena suatu hari nanti kesuksesan itu akan jadi milik kita
Keep motivated and see you on the next post!

12 comments:

  1. Semangat Hanifaaa... aku pun hampir 25 dan kayaknya belum ngapa-ngapain banget T.T
    Masih bingung mau ngapain T.T *sok sokan bilang semangat sendirinya ikut curhat hahahaha*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha nggak papa Mbak Unaaa :'3 Semangat buat kita!

      Delete
  2. Semangat!

    Aku juga diumur 24 dan baru2 ini ngerasain hal yang sama. Yang jadi concern sih di pendidikan. Aku ngerasa gak puas sama ipk dan seandainya bisa ngulang waktu, aku gamau main2 pas dulu kuliah, soalnya ngerasa yang penting kuliah lulusnya cepet. Target yang salah dan gak mikirin ipk waktu itu, sehingga mata kuliah lulus dgn nilai C pun bodo amat sementara temen2 lain pada nyuci nilai.

    Tapi aku sadar banyak hal yang bisa dilakukan utk memperbaiki dgn cara berbeda. Sekarang aku punya target baru dan punya mimpi. Dan kayaknya itu yang paling penting, mimpi. Tanpa mimpi kayaknya hidupku jadi boring aja krn gaada tindakan yang kita lakukan utk mewujudkan mimpi.

    elisamonic.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mbak. Aku pun akhirnya cari cara buat memperbaiki apa yang sekiranya kurang. Tentu dengan belajar lagi hal-hal baru supaya rasa haus pengetahuan itu terus ada. Semangat buat kita \o/

      Delete
  3. semua orang pasti punya kekurangan, yang keliatannya sukses juga pasti dia pernah mengalami kendala, tapi meskipun banyak kekurangan selalu ada kesempatan untuk meraih kesuksesan.. pokonya semangat terus.. kalo dengan nulis ternyata bisa bikin kita nemuin solusi, why not.. do as much positive things as possible.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaaaaaaaaap '-'> InsyaAllah akan senantiasa menulis supaya bisa terus refleksi diri juga Kak :')

      Delete
  4. Yap..!! Aku setuju sama kalimat (dalam kutipan) yang terakhir itu, kita semua berbeda.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiiip lah. Jangan sampe rendah diri :')

      Delete
  5. "Kita semua berbeda dan kita semua berharga. Jangan sia-siakan potensi yang ada karena suatu hari nanti kesuksesan itu akan jadi milik kita"

    Super sekali Mbak. Setiap orang punya jalannya masing-masing. Kita akan sukses!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin :D Semangat buat kita Mbak :D

      Delete
  6. Semangaaatt mbaaak. .jangan patah semangaat. Hidup kita terlau berharga kalau dibuat sedih dan bandingin dengan org lain. Karena kita punya banyak hal yg harus disyukuri, sekecil apapun itu termasuk kesempatan berbagi lewat blog 😁 Salam kenal mbaak yaa 🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Saya sadar sekali bahwa waktu kita nggak banyak dan lebih baik diisi dengan berpikir positif saja. Salam kenal jugaaaa :D

      Delete

Silahkan tinggalkan kritik dan saran yang membangun tanpa mencantumkan link hidup, ya! I appreciate it so much.