Grup yang Dulu Bernama Raja Garuda Mas Mampu Melakukan Efisiensi Air dan Energi

July 29, 2018

Royal Golden Eagle (RGE) yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas selalu berupaya untuk melakukan perlindungan alam. Mereka menginstruksikan kepada anak-anak perusahaannya supaya mampu melaksanakannya di operasional sehari-hari.

Hal tersebut tampaknya berhasil dijalankan dengan baik oleh Grup APRIL. Unit bisnis bagian RGE ini mampu melakukan efisiensi air dan energi dalam operasionalnya. Tak heran, operasional perusahaan selalu berguna bagi kelestarian alam.


Efisiensi Air

APRIL merupakan produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia. Kapasitas produksinya termasuk tinggi. Mereka mampu menghasilkan kertas hingga 1,15 juta ton per tahun, ditambah dengan produksi pulp yang menembus 2,8 juta ton setiap tahun. Dalam menjalankan proses produksi, perusahaan yang berbasis di Pangkalan Kerinci, Riau ini, memanfaatkan teknologi terkini. Akibatnya operasionalnya selalu ramah lingkungan.


Namun, terlepas dari itu, APRIL memang berkomitmen dalam menjaga alam. Hal itu mereka wujudkan dalam beragam hal, di antaranya adalah dengan efisiensi air dan energi. Seperti apa cara mereka melakukannya? Berikut ini penjelasannya.

Proses produksi pulp dan kertas memerlukan air. Namun, APRIL mampu menggunakannya dengan efisien. Anak perusahaan grup yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas ini memakainya dalam jumlah sedikit. Sesudahnya pun sebagian air dapat dikembalikan ke alam dengan aman.

Hal tersebut bisa dilakukan karena APRIL memanfaatkan teknologi tinggi dalam penggunaan maupun pengolahan air buangan. Anak perusahaan RGE ini memperlihatkan diri bisa memanfaatkan air dengan efektif sekaligus mengelolanya agar tetap bersahabat dengan lingkungan sesudah menjadi limbah.

APRIL mengambil air dari Sungai Kampar yang melintasi kawasan Pangkalan Kerinci untuk melakukan produksi pulp dan kertas. Namun, jumlah air yang mereka gunakan sangat kecil kalau dibandingkan dengan debit air Sungai Kampar.

Unit bisnis Royal Golden Eagle ini dicatat hanya menggunakan 1,89 persen dari rata-rata debit air Sungai Kampar. Jumlah tersebut sangat jauh di bawah aturan yang ditetapkan pemerintah. Oleh APRIL, air dari Sungai Kampar lantas digunakan untuk pembuatan pulp atau kertas. Air dipakai untuk mencuci kayu yang menjadi bahan baku maupun dalam proses peleburan bubur kertas.

Sebelum ke sana, terdapat proses yang dijalani terlebih dulu. Sesudah diambil dari Sungai Kampar, air kemudian dialirkan ke tangki penjernih yang disebut clarifier dan kantong saringan pasir. Langkah ini wajib dilakukan untuk membuat air menjadi jernih.

Sesudah dari clarifier, air kemudian dialirkan ke pabrik untuk proses produksi. Pemberian zat kimia yang aman dilakukan agar kebersihan air terjaga. Ini penting untuk memastikan air terbebas dari bakteri dan kuman.

Meski aliran air di Sungai Kampar berlimpah, APRIL tetap mementingkan efisiensi. Unit bisnis RGE ini berusaha memakai air sedikit mungkin. Hal tersebut dapat dilakukan dengan teknologi tinggi yang dimiliki oleh unit bisnis grup yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas tersebut.

Akibatnya, hanya sekitar 22 persen air yang terpakai dalam proses produksi pulp dan kertas. Sebanyak 78 persen malah bisa dikembalikan lagi ke Sungai Kampar dengan aman. Grup APRIL memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Jumlahnya cukup untuk memastikan air buangan proses produksi tidak berbahaya. Bahkan, keberadaan IPAL juga memungkin proses daur ulang air agar bisa dimanfaatkan ulang.

IPAL yang dimiliki oleh APRIL terbilang istimewa. Fasilitas ini mempunyai integrated clarifier dan aeration basin. Sebagai pengembangan teknologi terkini dalam pengolahan limbah, dua fasilitas tersebut membuat APRIL mampu menurunkan tingkat zat pencemar dalam limbah cair hingga 95 persen.

Lebih dari itu, IPAL milik APRIL juga mampu meminimalkan jumlah lumpur yang dihasilkan dalam proses pengolahan air limbah. Kemampuan itu bisa dimiliki karena IPAL yang dikelola APRIL mempunyai sistem spesial yang disebut sebagai Minimum Biosludge Production (MBP).

Langkah kerjanya sederhana. Air limbah proses produksi pulp dan kertas dialirkan ke fasilitas IPAL. Sesudahnya air ditampung dalam fasilitas clarifier. Di sana dilakukan proses penjernihan ulang dan pengolahan untuk memastikan air aman untuk dikonsumsi.

“Setelah melalui proses penjernihan, bahan kimia yang aman kemudian diinjeksi ke dalam air untuk memastikannya terbebas dari bakteri dan zat-zat berbahaya. Pada akhirnya, air akan dialirkan ke penampungan (reservoir) dan kemudian dialirkan ke pabrik dan perumahan sekitar Pangkalan Kerinci,” kata Kepala Pengolahan Air di PT RAPP, Yulius.

Berkat ini, APRIL juga bisa menggunakan air lagi untuk proses produksi berikutnya. Tercatat mereka sanggup mendaur ulang 90 persen air telah dipakai.

Efisiensi Energi

Dalam menjaga alam, APRIL tidak hanya melakukannya dengan efisiensi air. Mereka juga menjalankan manajemen energi dengan baik supaya lingkungan tetap terjaga.

APRIL memilih meminimalkan pemakaian energi fosil. Bukan rahasia lagi, energi dari fosil memiliki tingkat emisi yang tinggi. Hal inilah yang memicu kehadiran efek rumah kaca yang berdampak buruk terhadap keseimbangan iklim.


Sudah sejak lama APRIL melakukannya. Lihat saja komposisi energi yang dipakai oleh mereka sampai saat ini. Energi terbarukan yang dipakai sudah menembus 80 persen dari total yang digunakan. Energi fosil hanya tersisa 20 persen.

Pencapaian tersebut bisa diraih karena APRIL mampu mengolah limbah hasil produksinya sebagai sumber energi listrik. Ketika menjalankan proses produksi terdapat sisa hasil produksi yang lindi atau black liquor.

Lindi merupakan limbah cair yang mengandung padatan sebesar 70%-72%. Zat ini dihasilkan setelah kayu dimasukkan ke dalam digester. Perlu diketahui, pulp dan kertas dibuat dari kayu yang diproses sedemikian rupa. Mulanya kayu dibersihkan terlebih dulu dengan menggunakan air supaya bersih dan terpisah dari kulitnya. Setelah itu barulah kayu dimasukkan ke dalam mesin digester. Dari sinilah lindi dihasilkan.

Setelah didaur ulang, lindi kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi. Kuncinya adalah pengoperasian ketel uap pemulihan (recovery boiler) terbesar di dunia di pabrik APRIL. Fasilitas inilah yang menangkap energi dari lindi hitam (black liquor), yang berasal dari proses pembuatan pulp, dan mengubahnya menjadi listrik.

Namun, kejelian APRIL dalam mengelola energi di perusahaannya tidak hanya berhenti pada produksi listrik dari lini. Unit bisnis grup yang dulu bernama Raja Garuda Mas ini juga mampu memanfaatkan metanol sebagai energi dalam tungku pembakaran. Perlu diketahui, metanol hadir dari proses penyulingan dan penguapan (evaporasi) yang melibatkan lindi hitam.

Selain dari lindi, APRIL juga mampu memanfaatkan limbah dari pembersihan kayu. Potongan kulit kayu dan kotoran bisa mereka olah menjadi energi biomassa. Ini merupakan sumber energi ramah alam yang terbarukan. Tak aneh, energi ini juga ramah lingkungan.

Seperti inilah cara APRIL menjalankan efisiensi air dan energi. Mereka menggunakan air seminimal mungkin. Selanjutnya air diolah lagi untuk dipakai lagi. Sedangkan terkait energi, mereka bisa memanfaatkan limbah menjadi sumber energi listrik. Tak heran, anak perusahaan grup yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas ini bisa disebut ramah lingkungan.

No comments:

Makasih banyak atas komentar maupun kritik/saran membangun dari kamu! Mohon untuk "comment as: Name/URL" supaya saya bisa blogwalking balik yaaa. PS: JANGAN TINGGALKAN LINK DALAM BENTUK APAPUN!

Powered by Blogger.