7 Ways to Create Happiness

Have you ever wondered, how a poor lady you've met on your way back home can smile happily even though she has nothing but her life and her tiny house? Kadang aku sering bertanya-tanya juga, kenapa sih kok bisa seseorang yang lagi dalam kesusahan tersenyum kaya gitu, seakan-akan nggak ada kata "susah" dalam kamus hidupnya.

Well, faking smile and showing happiness while you're in so much trouble isn't that easy. But, we can be happy by creating our own happiness. Beberapa hari ini aku agak sedih karena temen yang biasa aku ajak ketemu, ngobrol ini itu, dan jalan bareng kemana-mana, sementara ini harus pergi buat KKN dulu.


Yup, my boyfriend. He's my bestfriend too and sometime after being with him, I don't want to be with anyone else. Even sometime a day without him can be so gloomy and dark. Just like when my bestfriend in high-school left me to go study in Jakarta. Rasanya sediiiih banget.

Apalagi waktu itu aku lagi masa-masa awal masuk kuliah dan penyesuaian sama lingkungan baru. Rasanya pengen ketemu buat cerita semuanya ke dia, tapi apa daya kami jauh dan cuma bisa saling ngasih kabar via text.

Don't try to lecture me about how to fvcking communicate on what-so-called Long Distance Relationship because I know absolutely how to deal with it. Ya walaupun bukan sama pacar, setidaknya sahabat itu seseorang yang sangat dekat sama kamu saat nggak ada orang lain di sampingmu yang bisa survive bareng di saat-saat terburukmu.

And days ago I forgot how to deal with it. But now, after a long night without sleeping (karena udah nanggung mau tidur tapi kok hampir jam-nya sahur) I realized what I've been missing when I was single and like to go solo anywhere around.

1. Do the fun!

What fun? Any fun! Lakuin apa aja yang bisa bikin kamu seneng. Biasanya sih aku buka twitter, lalu tenggelam ke dalam artikel-artikel dari akun-akun yang aku follow. Seketika lupa deh yang namanya sedih. Tapi perlu diingat, hindari artikel-artikel negatif yang bisa membawa kembali kesedihanmu. Udah seneng-seneng, ujungnya sedih lagi. Yah, sedih...

2. Work on DIY project.

DIY (Do It Yourself) project bisa berupa apa aja. Bikin tempelan buat kamar, masak menu yang belum pernah kamu coba, atau iseng bikin video tutorial tentang sesuatu yang bener-bener kamu kuasai. Efektif banget buat membunuh waktu dan bisa berguna juga dirimu sendiri maupun orang lain.

3. Go outside and be brave to travel solo.

Kalo belum pernah kemana-mana sendiri, ini waktunya buat kamu coba pergi sendiri dan nikmatin setiap detik yang kamu lewati sendiri. Kita nggak akan setiap saat pergi kemana-mana sama orang lain juga, kan? Pergi ke pameran seni, toko buku, nonton di bioskop, atau jalan-jalan nggak tentu arah leh uga dicobain. Kalo ada sesuatu yang nge-destruct kebahagiaanmu kayak ada orang pacaran di sampingmu, ya abaikan aja. Lha mau gimana... lagi sendirian juga...


4. Listen to happy music, dance, and sing along.

Aku sering ngelakuin yang satu ini. Huahahahaha. Asyik sih, gimana lagi. Sejenak lupa sama kesedihan akan jauh dari pacar atau orang-orang terdekat lainnya. It throws away the negative energy too and turns to be a positive vibe for ourselves.

5. Hangout or simply spending time with friends and family.

Kalo yang ini aku akuin bener-bener ampuh mbunuh waktu dan ngelupain yang namanya sedih jauh dari pacar. HAHAHAHAHA. Apalagi kalo temen-temen dan keluargamu adalah sekumpulan orang-orang yang bisa diajak ngobrol hal apapun, udah deh lupa segala macam kesedihan yang ada di dalam jiwa.


6. Reading books

Jujur aja deh, kapan terakhir kamu baca buku? Di era serba digital kayak sekarang ini, buku udah mulai ditinggalin. Anak-anak muda sekarang lebih banyak buka social media dan mulai melupakan budaya membaca. Banyak sih yang ke perpustakaan. Tapi sekalinya ke perpustakaan, cuma mau numpang wifi-an doang. Ya sama aja nggak baca.

Coba deh mulai sekarang kembaliin lagi kebiasaan baca. Paling simpel 1 buku/novel per minggu. Dua minggu juga nggak apa-apa deh asal dibalikin lagi kebiasaan baca. Kalau udah baca, pasti tenggelam ke dalam cerita dan nggak ngerasa kesepian lagi.

7. Don't check your phone and stop hoping for fvcking text

Hmm, sebenernya kalo boleh jujur, ini buat aku sendiri sih. Dulu waktu masih single, yang namanya HP selo nggak ada orang sms atau wasap itu BIASA. Bahkan semacam nggak peduli gitu sama hal-hal semacam itu.

Sekarang setelah punya pacar, kampret banget... jadi ketergantungan dan was-was gitu kalo nggak ada kabar dari pacar. Apalagi aku tipe orang yang suka khawatir dan pacar tipe orang yang buat aku santainya minta ampun kalo masalah kabar. Lebih tepatnya dia ga bisa multi-tasking antara HP sama kerjaan. Asal selo dan ada sinyal aja bakal dia jawab. 

Kan suka jengkel sendiri ya padahal kalo udah di-read tapi ga dibales. HAHAHAHAHAHAHA. Kadang suka sebel sendiri, kenapa hamba harus hidup di jaman yang serba bikin insecure gini ya Allah!?


Buat cewek-cewek yang mengalami hal serupa, tolong mulai sekarang dibiasain buat nggak terlalu pedulian tentang kabar cowok kalian. Percaya aja kalo dia bakal kabarin kamu dan kalo gak sempet ya emang karena bener-bener sibuk dan emang harus fokus sama kerjaannya.

Pikir aja kalo kita (cewek) di posisi dia. Lagi sibuk dan dituntut sama pacar sampe marah-marah sendiri cuma buat minta kabar padahal emang belum sempet dan susah sinyal. Annoying, kan?Makanya, dialihin aja ke kegiatan yang lain. Jangan coba-coba ngalihin ke kegiatan-kegiatan yang memicu perseteruan dan drama lho ya. Tanggung sendiri deh kalo sampe berani gitu. 

Well, being solo or with someone else, we can be happy all the time. Kurang-kurangi menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain dan saat sedang bersama juga jangan sampe sia-siain momen berharga yang kamu punya bersama mereka. Happiness is all about how we deal with our own situation. From writing this, I also put reminder on myself so if I'm sad about something, I can create my own happiness through those points that I wrote. Selamat berbahagia!

1 Comments

Tira Soekardi said…
thank you for sharing