3 Peninggalan Kolonial Belanda yang Menarik Dikunjungi di Pulau Jawa

Hey guys!

Setelah hiatus untuk sementara waktu dari blog, Alhamdulillah akhirnya aku udah melepas status mahasiswa injury time jadi mahasiswa preloved. HAHAHAHAHA. Berkat skripsi tentang sastra poskolonialisme yang cukup bikin mood naik turun, akhirnya bisa dapet gelar Sarjana Pendidikan.

Salah satu alasan kenapa aku ambil topik poskolonialisme adalah karena latar belakang Indonesia yang juga negara bekas kependudukan kolonial. Dilihat dari dampaknya, kolonialisme ternyata nggak melulu ngasih dampak negatif, kok. Banyak peninggalan kolonialisme yang ternyata bermanfaat, seperti alat transportasi berupa kereta dan bangunan-bangunannya.


Tapi dari sekian banyak bangunan yang dibuat orang-orang Belanda di Indonesia yang udah hilang, ternyata masih ada beberapa yang masih berdiri tegak. Ada yang difungsikan sebagai gedung perkantoran, ada juga yang menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Momen liburan bisa kamu manfaatkan dengan berkunjung ke tempat-tempat ini.

1. Lawang Sewu

Bangunan yang satu ini terdapat di kawasan Kota Tua Semarang, tepatnya di jalan Pemuda. Awalnya, bangunan ini dibangun sebagai Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch - Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) yang berfungsi sebagai perkantoran untuk perusahaan kereta api swasta pada waktu itu.

Di jaman sekarang, bangunan tua ini lebih dikenal dengan sebutan Lawang Sewu. Dalam bahasa setempat, kata Lawang memiliki arti pintu dan Sewu berarti seribu. Itu artinya, Lawang Sewu adalah sebuah tempat yang dijuluki Gedung Seribu Pintu. Julukan ini nggak terlepas dari bangunannya yang dipasangi banyak pintu.


Selain untuk belajar sejarahnya, biasanya wisatawan datang ke sini untuk berfoto-foto karena pemandangan yang tersaji di Lawang Sewu sangat Instagenic. Tempat ini sangat cocok untuk orang-orang yang ingin berfoto dengan konsep vintage.

Sebagai bonus, Lawang Sewu juga menyimpan kisah misteri yang menarik untuk ditelusuri. Banyak orang yang datang ke sini karena penasaran untuk merasakan langsung aura mistis yang ada di sana. Banyak yang bilang kalau kisah misteri di Lawang Sewu yang beredar di masyarakat nggak lepas dari tragedi sosial di masa lalu.

2. Museum Fatahillah

Jakarta bukan hanya memiliki gedung-gedung bertingkat dengan gaya arsitektur modern saja. Ibukota negara Indonesia ini juga masih menyimpan beberapa gedung peninggalan jaman Belanda. Untuk menemukannya, kamu cukup datang ke kawasan Kota Tua Jakarta yang kini jadi salah satu ikon wisata di sana.


Di kawasan ini, terdapat salah satu bangunan yang jadi saksi bisu pemerintahan di Jakarta pada jaman pendudukan Belanda, yaitu Museum Fatahillah. Museum yang juga dikenal sebagai museum Sejarah Jakarta dulunya merupakan balai kota Batavia (Sekarang jakarta) yang berfungsi sekitar abad ke 17 - abad ke 19.

Sekarang, museum ini udah disulap menjadi tempat wisata yang edukatif. Banyak koleksi-koleksi yang menarik untuk dipelajari. Selain itu, bangunan ini memiliki gaya arsitektur vintage yang sangat instagenic sehingga menarik minat banyak orang untuk berfoto di sana.

3. Benteng Vredeburg

Bangunan yang terletak di Yogyakarta ini dibangun pada era Sultan Hamengku Bowono I atas permintaan Belanda. Modus yang dipakai orang Belanda pada waktu itu agar kesultanan Jogja mau membangun benteng ini adalah untuk melindungi dan menjaga keamanan kesultanan. Padahal, dibalik niat baik tersebut terdapat tujuan untuk mengawasi segala aktifitas yang terjadi di Keraton, khususnya aktifitas yang dianggap membahayakan keberadaan pihak Belanda di sana.

Benteng Vredeburg saat ini udah menjadi salah satu daya tarik wisata yang dimiliki Yogyakarta dan jadi mesin waktu untuk mengintip sedikit hal yang terjadi di Yogyakarta di masa lalu. Tiap waktu libur, tempat ini selalu dikunjungi banyak wisatawan


Pesona yang dimiliki oleh Benteng Vredeburg ini nggak bisa dilepaskan dari pengelolaanya yang mampu menjadikan tempat ini sebagai daya tarik wisata berbasis rekreasi, budaya, dan lingkungan. Maka dari itu, Benteng Credeburg pun pernah mendapatkan penghargaan Citra Pesona Wisata Award (CIPTA) di tahun 2013 dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di atas, masyarakat tentu dapat merasakan keseruan wisata yang lebih edukatif. Banyak sejarah tentang kemerdekaan Indonesia yang bisa dipelajari di tempat-tempat tersebut.

Jadi tunggu apalagi, langsung pesan tiket pesawat paling murah sekarang juga! Jangan lupa, buat rajin cari promo hotel murah juga supaya liburanmu jadi lebih hemat, ya! Happy holiday!



Sumber foto:
https://www.indoindians.com/
https://www.lenterasemarang.com
www.balistarisland.com

8 Comments

Tira Soekardi said…
pingin ke lawang sewu , belum pernah
benteng vredeburg adalah tempat favorit ku buat foto OOTD hahaha

btw, aku baru follow dirimu nih mba ternyata hehe
followback yaaah, makasih :*

Mampir yuk,
www.deniathly.com
Hanifa said…
Sam Maks saya juga belum pernah :')
Hanifa said…
Weeee aku udah follow kamu duluan dooong sejak dulu ahahaha. Thank you for following back yah :*
Gallant said…
Lawang Sewu emang masih terbaik~
Hanifa said…
Arsitekturnya juarak~
nur rochma said…
Liburan akhir tahun lalu ke benteng Vredeburg. Suka dengan gaya arsitektur bangunan kuno seperti ini.
Hanifa said…
Nur Rochma: Bener-bener asli banget. Mungkin sedikit renovasi di sana-sini tapi bangunan otentiknya masih berdiri kokoh :)