As The Only One Child



Having a brother or a sister is something that I won't ever get from my parents. LOL. I'm the only child in my family since 22 years ago. Bapak sama Ibu semacam udah deh anak satu aja udah repot banget, apalagi punya anak lebih dari satu. HAHAHA. Jadi anak tunggal itu semacam "endless loneliness" sih kalau berdasarkan apa yang aku rasakan. Sejak kecil terbiasa sendiri. Kalau dulu pas TK sampe SD kelas 3 masih ada pembantu di rumah. Tapi mulai kelas 4 SD nggak ada pembantu lagi. Well, mau nggak mau harus sendirian di rumah setelah pulang dari sekolah. Orang tuaku pada saat itu masih menjadi karyawan yang setiap week-days harus kerja. I helped Mom on doing several houseworks at home after got back from school. Bahkan saking kesepiannya, sejak kecil aku udah biasa bicara sendiri semacam "self-talking" atau ngajak bicara boneka-boneka yang ada di rumah.

Am I weird? Yeah I know. Dan mempunyai kakak atau adik itu semacam mimpi yang aku inginkan sejak dulu. At least someone in family who can accompany me shopping, watching film at home, talking about how hard school's life is sometime, dan banyak hal lain yang aku pengen dari punya kakak atau adik.

But then today my point of view about having sisters and brothers has changed. Aku punya banyak teman dan sahabat yang bisa diajak ngapain aja, mulai dari curhat, nonton bareng, shopping, senang sedih selalu ada buat aku. Since elementary school I have them as sisters and brothers. I like to be surrounding by them and they're like sisters and brothers for me since I don't have ones. Ada kalanya kami bertengkar hingga salah satu atau beberapa dari kami saling diam bahkan menangis, tapi itu nggak bikin kami keras kepala dan mempertahankan ego kami masing-masing. Akan ada masa dimana kami bakal ngobrolin semua permasalahan yang ada sampai clear dan mulai berdamai kembali.

As a girl who's born in family with no sister or brother, you will never know how lonely your life is sometime. But then there are some friends that you met and they can be you brothers and sisters and it feels like they are the part of your family. Yeah, because friends is family that we choose to be together with us and they can be your precious ones.

4 Comments

mia fajarani said…
wah, akhirnya muncul juga kolom komentarnya haha.
entah kenapa aku anak tengah-tengah, yang berarti punya kakak dan adik, malah merasa seperti anak pertama dan satu-satunya.
dirumah terbiasa sepi, sibuk masing-masing tapi peraturan orang tua snagat mengikat. untuk kumpul jalan bareng dengan temen itu rasanya hampir mustahil untuk dilakuin hehe
punya beban moral tersendiri gak jadi anak satu-satunya? hehe
Hanifa said…
Hmmm, beban moral ya? Masalah ke tanggung jawab kali ya... Orang lain lihatnya kalau anak tunggal dimanja banget, padahal tanggung jawab anak tunggal ke orang tuanya cuma ditanggung dia sendiri.. :')
Dani Maulana said…
Banyak temen deket gue yang anak tunggal. Prilaku positifnya jadi kebanggaan yang besar bagi keluarganya dan prilaku negatifnya jadi hantaman keras bagi orang tuanya. Sayang adek gue lahir ketika gue umur 10tahun.Gagal deh gue jadi anak tunggal. Tunggal Ika kaya Garuda.
Hanifa said…
Kayanya nggak jadi anak tunggal pun kalo anaknya berperilaku negatif juga bakal jadi beban berat ortunya deh.. Ahahaha. Nyesel gak jadi anak tunggal apa gimana nih? xD