Belajar Sejarah di Selo Langit Hingga Menikmati Senja di Bukit Klumprit


Kalau ada yang tanya kapan terakhir aku liburan, jawabannya adalah.... lupa. Nggak tahu kapan terakhir liburan karena emang udah lama banget nggak keluar rumah tanpa bawa kerjaan atau tugas. Aku kira setelah selesai skripsi, bakal ada waktu luang buat liburan. Ternyata, nggak ada coy. Ada sih, tapi aku yang nggak menyempatkan sedikit waktu untuk berlibur keluar rumah dan jalan-jalan dengan perasaan lepas.


Beruntung banget bulan ini, tepatnya tanggl 19 Oktober lalu, aku berkesempatan untuk jalan-jalan bareng temen-temen blogger Jogja ke 3 objek wisata baru di Sleman. Tempat-tempat wisata ini ada di sekitar Tebing Breksi. Sebelum berangkat ke tempat tujuan, kami berkumpul dulu di Sahid Rich Hotel dan bersama-sama berangkat ke Tebing Breksi pada pukul 13.00 WIB.

Tlatar Seneng di Tebing Breksi

Tebing Breksi

Pemandangan kota Jogja dari Tebing Breksi

Sesampainya di Breksi, kami ternyata sudah ditunggu oleh Bapak Camat Prambanan, Pak Eko, dan Bapak Bupati Sleman, Pak Sri Purnomo. Sebelum perjalanan menuju 3 destinasi wisata di sekitar Breksi dimulai, Pak Eko selaku Camat Pramabanan memberikan sambutan dan sedikit penjelasan tentang 3 tempat yang akan kami kunjungi. Ternyata kami akan mengunjungi 3 wisata bukit yang masih baru dan (sepertinya) belum banyak orang tahu. Bukit-bukit tersebut adalah Selo Langit, Bukit Teletubbies, dan Bukit Klumprit.


Perjalanan dari Tebing Breksi ke 3 tempat tersebut ditempuh dengan menggunakan jeep dari Shiva Valley Adventure. Kalau pengen naik jeep ini ke tempat-tempat wisata lain yang ada di sekitar Breksi, kita bisa menyewa dengan tarif 200k untuk jarak pendek (1,5 jam), 300k untuk jarak sedang (2,5 jam) dan 400k untuk jarak jauh (3 jam). Bersama dengan teman-teman blogger dan media yang lain, kami berangkat menuju destinasi pertama, Selo Langit, Watu Payung.

Takjub. Satu kata yang menggambarkan perasaanku saat berada di Selo Langit. Sebagai gadis rumahan, pergi ke tempat seperti ini adalah suatu keajaiban. Hamparan pemandangan hijau sempet bikin aku terdiam sesaat. Selo Langit terletak dekat dengan kompleks Candi Ijo. Di sini, kita nggak cuma bisa lihat pemandangan Sleman aja, tapi kita juga bisa lihat jauh ke arah Klaten. Pak Eko menjelaskan sedikit sejarah tempat ini melalui cerita seputar Perjanjian Giyanti, sambil menunjukkan wilayah mana-milik siapa.

Selo Langit Watu Payung

Setelah menikmati alam Sleman dan sekitarnya dari Selo Langit, kami beserta rombongan Dinas Pariwisata langsung menuju lokasi selanjutnya: Bukit Teletubbies. Apakah pemandangannya menyuguhkan matahari berwajah bayi? Tidak dooong. Di sini kita bisa menikmati pemandangan desa wisata dengan rumah dome menyerupai rumah milik Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Po di serial TV Teletubbies. Bagi generasi milenial kekikinian jaman now, tempat ini cocok sekali untuk berfoto dan bisa langsung diupload ke media sosial masing-masing menggunakan wifi di sana. 

Mbak Sha ranselhitam.com with her son, bRe, menaiki tangga menuju Bukit Teletubbies

Pemandangan dai sekitar Bukit Teletubbies

Menatap jauh ke arah perumahan dome Teletubbies

Dari Bukit Teletubbies, rombongan menyempatkan diri untuk beribadah sholat Ashar terlebih dulu sebelum berangkat menuju destinasi terakhir. Aku lupa nama masjidnya apa, tapi untuk sholat sudah cukup baik. Sayangnya fasilitas wudlu masih belum terpisah antara ikhwan dan akhwat. Semoga nantinya ada perbaikan dan bisa dipisahkan deh.

Selepas ibadah sholat Ashar, kami langsung menuju ke destinasi terakhir. Sebuah bukit di desa Wukirharjo yang belum banyak orang ketahui karena aksesnya yang masih sangat tersembunyi. Tempat ini dinamai Bukit Klumprit. Kami tiba di sana sekitar pukul 16.30 dan langsung beristirahat di bebatuan yang berada di tengah-tengah ladang milik warga sekitar.


Dari kejauhan, terlihat Bukit Nglanggeran dan Bukit Teletubbies yang baru saja kami kunjungi. Aku duduk diam sembari menunggu matahari tenggelam. Rasanya baru beberapa waktu yang lalu aku bilang ke temenku, Nurul, kalau aku pengen pergi ke suatu tempat dan berdiam diri di sana. Inilah momen tersebut. Momen di mana aku mulai merenungi apa yang terjadi 2 minggu belakangan.


Berada di titik terendah? Nggak sih. Cuma mengalami penolakan-penolakan yang menyakitkan. Tapi dari liburan bersama teman-teman blogger, aku jadi dapat banyak pengalaman menyenangkan yang mungkin nggak akan aku dapatkan kalau aku "diterima". Jadi, nikmat mana yang aku dustakan?

 Mengabadikan momen di Bukit Klumprit

Senja di Bukit Klumprit

Perjalanan di 3 destinasi wisata Sleman minggu lalu ditutup dengan makan lama bersama dan menikmati kota Jogja dari Tebing Breksi. Pengalaman, yang buatku, cukup luar biasa karena aku jarang menyempatkan liburan ke alam bebas. Sepertinya masih banyak tempat-tempat di list Wisata Sleman yang masih belum dicoret. Next time, harus bener-bener menyempatkan diri untuk liburan lagi. #AyoKeSleman bersama keluarga dan teman-teman!

14 Comments

Wow.. Angle fotonya keren-keren hlo..
Alid Abdul said…
Sehari ini baca postingan tentang Tebing Breksi mulu, fix nanti ke Yogyakarta harus mampir ke sini.
Santi Dewi said…
huwaaa.... pemandangannya indah banget. betah kayaknya lama2 disana :)
Kamu membuatku sangat sangat sangat ingin liburan hiksss

Visit mine,
www.deniathly.com
Hanifa said…
Ehehehe makasih maaas. Masih harus banyak belajar nih :3
Hanifa said…
HARUS BANGEEEEEET ini tempatnya bagus banget apalagi kalau malem :')
Hanifa said…
Iya Mbak... Super happy rasanya bisa sampe tempat ini :')
Hanifa said…
Sempetin siiiis biar pikiran lebih rileks :*
erny's journal said…
Waaaah seru rahma aku juga uda lama nggak jalan2 nih....
erny's journal said…
Mau bilang hanifa, salah nyebut rahma haha... maapkan
Hanifa said…
Woooo lha AHAHAHAHAHA. Tandanya emang udah beneran kudu piknik nek iki mah xD
Adi Pradana said…
Sleman, wisata alamnya mantap. Pengen ke Breksi belum kesampaian...
Hanifa said…
Weits, ayo disegerakan aja kak 😊
Hanifa said…
Erny: Wahahahahaha kok bisa Rahmaaa xD