Kuasai Basic Food Photography dan Jadilah Food Blogger yang Fotonya Bikin Ngiler

Di jaman yang apa-apanya serba digital ini, terkadang kita merasa harus mendokumentasikan semua hal yang kita alami. Pergi ke minimarket, eh ada info diskon, jepret. Pake baju syantik waktu hangout sama temen-temen, jepret. Mau makan, wih makanannya bikin ngiler nih, jepret.

Kebiasaan-kebiasaan ini emang nggak bisa lepas dari kita yang hidup di jaman now. Everything must be exist! Saya pribadi suka banget mengambil jejak digital seputar tempat-tempat yang menarik dan kulineran yang enak. Saya sampe ada niatan untuk buka blog baru dengan niche kuliner dan travelling. Hanya saja niat ini saya urungkan karena saya ngerasa belum canggih pepotoan yang keren-keren ala travel/ food blogger.


Merasa penasaran dengan rahasia para food blogger, saya memutuskan untuk ikutan workshop food photography bersama Chef Harisatu Zakaria tanggal 31 Mei 2018. Bertempat di pusat oleh-oleh milik Baim Wong di Jl. HOS Cokroaminoto No 149, Bakpia Wong Jogja, saya dan temen-temen blogger Jogja belajar bareng basic food photography dengan Chef Hari.

Sekilas seputar Chef Hari, dia ternyata satu almamater sama saya, hanya beda fakultas aja. Dia kuliah di Pendidikan Tata Boga FT UNY dan 2 tahun lebih muda dari saya. Walau kuliah di Tata Boga, sebenernya dia punya passion di DKV. Itu kenapa ujung-ujungnya dia tetep cari jalan untuk memenuhi hasrat “desain”-nya dengan menjadi seorang food stylist yang kerjaannya desain makanan supaya keliatan cantik dan menarik saat difoto.

Belajar bersama Chef Harisatu Zakaria

Wait, food stylist? Apa bedanya sama food photographer? Well, people, it’s actually different. Food stylist adalah seseorang yang menata dan menghias makanan agar terlihat lebih menarik dan menggoda. Sedangkan food photographer bertugas memotret objek makanan, menata cahaya, menonjolkan hasil penataan food stylist menggunakan piranti kamera.

Jenis-jenis Food Photography

Sebelum mulai mengambil foto makanan, ada baiknya kita aware akan jenis-jenis food photography terlebih dulu. Foto makanan nggak cuma sekedar “foto makanan”, lho. Ada berbagai jenis foto berbeda yang bisa kita produksi, di antaranya.

1. Clear Shot

Foto jenis ini biasanya memfokuskan hanya pada satu objek makanan saja dan menggunakan warna putih sebagai background-nya. Nggak ada properti lain, cuma si objek makanan aja.

Contoh foto jenis clear shot

2. Editorial
Berbeda dengan foto jenis clear shot, foto editorial biasanya menggunakan properti lain dan memperlihatkan makanan dengan display yang lebih natural. Fokusnya sih tetep ke makanannya, tapi ada aksen pendukung lain seperti properti yang ada di sekitarnya. Foto jenis ini lagi ngetren di kalangan pengguna Instagram.

Contoh jenis foto editorial

3. Stock Photos
Selain jenis foto editorial dan clear shot, ada juga jenis foto stock photos. Jenis foto yang satu ini nggak memfokuskan pada produk akhir aja, tapi juga pada proses dan prespektif lain dari sebuah makanan. Stock photos bisa memperlihatkan elemen lain seperti proses pengolahan bahan-bahan makanan, air yang jatuh saat dituangkan dari teko ke cangkir, atau tangan seseorang yang sedang menggoreng makanan.

Contoh jenis foto stock photos

Food Photography Jaman Now

Sudah kenal sama jenis-jenis foto yang mau kita buat, jangan sampe lupa buat ngikutin perkembangan atau tren terbaru dari food photography. Harus ikut yang kekinian dong supaya foto di media sosial dan blog banyak yang ngelirik. Apa aja tren food photography jaman now?

1. Flatlays

Familiar nggak dengan istilah ini? Saya pertama kali kenal istilah flatlay dari para beauty blogger yang menata produk-produk yang akan direview dan difoto dari posisi atas. Ternyata tren ini juga berlaku untuk foto makanan.

Cara mengambil foto flatlay

Nah, buat yang pengen foto makanan dengan gaya flatlay, ada baiknya untuk menggunakan lensa yang lebar dan background yang warnanya kontras dengan objek. Lensa yang lebar gunanya untuk memuat lebih banyak objek dalam satu ruang frame. Jangan lupa untuk menentukan tema agar bisa disesuaikan dengan properti yang digunakan.

2. Lifestyle

Selain flatlays, tren foto yang nggak kalah kekinian adalah gaya foto lifestyle. Gaya foto ini menggunakan unsur di luar objek makanan yang masuk ke dalam satu frame foto. Sudut pengambilan fotonya pun beragam, namun nggak top angle seperti flatlay.

Gaya foto lifestyle

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan apabila kita pengen ngambil foto makanan dengan gaya lifestyle. Paling basic sih pilih talent yang enak dipandang. Kalau mau ada tangan yang nuangin teh, misal, ya pilih talent dengan tangan cantik nan lentik sebagai objeknya. Gunakan juga properti yang mendukung dan mainkan perpaduan warna.

Must-Have Basic Equipments for Food Photography

Sudah menentukan mau foto gaya apa? Mantap. Lha, “alat”-nya mana? Harus siap dulu dong piranti jeprat jepretnyaaa. Apa aja sih yang bisa kita gunakan untuk membekukan objek makanan dan nuansa di sekelilingnya?

1. Kamera. Pilih sendiri, mau pake DSLR, mirrorless, smartphone, atau yang lainnya?
2. Tripod. Walaupun ini kondisional, tapi akan sangat membantu untuk mengambil foto yang lebih stabil. Penggunaan tripod juga bisa meminimalisir rasa pegal, lho.
3. Lighting. Lebih suka yang alami? Monggo pake cahaya ilahi aka matahari. Kalau nggak kober foto siang hari, malam hari juga bisa foto dengan bantuan flash atau LED.
4. Reflektor dan difuser. Kalau masih pemula dan eman duit buat beli, kertas HVS bisa dijadikan reflektor sementara. Walau ngirit, hasil foto bisa lebih decent dan cakep kok.
5. Lensa. Butuh yang seperti apa? Sesuaikan dengan kebutuhan dan, yang terpenting, budget! 

Sudut Pandang Menentukan Persepsi

Dalam membidik objek foto, kita harus memahami angle pengambilannya. Untuk memahami angle pengambilan yang paling tepat, kita harus memahami hal-hal lain seperti bentuk makanan, properti yang digunakan, serta alas foto dan backgroundnya.

Pahami bentuk makanannya, lalu tentukan angle-nya

Kenapa harus memahami bentuk makanan saat menentukan angle foto? Dari memahami bentuk makanan, kita bisa memutuskan, sebaiknya kita mengambil angle yang tinggi atau rendah. Untuk properti, semakin besar properti yang digunakan, semakin jauh juga posisi kita dengan objek yang dibidik.

Menentukan Komposisi Objek yang Tepat

There’s a rule in every process of photography, called “Rule of Third”. Rule of Third adalah garis bantu untuk membagai frame foto menjadi sembilan bagian yang sama besar, dengan menarik dua garis sejajar pada horizon dan dua garis sejajar pada vertikal. Berikut adalah contoh Rule of Third yang diterapkan Chef Hari pada foto-fotonya:




Setelah menjelaskan berbagai macam teori seputar food photography, para peserta workshop, alias saya dan temen-temen blogger, praktek mengambil gambar foto makanan dengan Bakpia Wong Jogja sebagai objeknya. Duh, hasil jepretan saya masih amatiran bangeeettt. Emang paling susah motret makanan sih menurut saya. Nggak apa-apa, habis ini dibanyakin lagi latihannya muehehehe.

Hasil jepretan amatir saya. Masih jauuuh banget dari sempurna.

Gimana niiih udah pusing belum? Baru segini doang lho. Setelah ini, langsung coba dipraktekin yah. Siapkan gear terbaik dan jangan lupa untuk menata objek makanan yang akan dibidik dengan syantik. Selamat mencoba ya! See you on the next post!

27 Comments

Wihh.. Ini keliatan kalau yang nulis paham fotografi.. 👍👍
Hanifa said…
Sapti Nurul Hidayati: Padahal karena udah belajar sama Chef Hari juga wahahahaha
Himawan Sant said…
Nah ini nih pedoman bagus untuk para food blogger.
Tehnik pengambilan foto makanan harus semenarik mungkin dan sanggup 'menggoda' orang untuk tergiur mencicipinya.
Dyah said…
Wah, pengin juga sih isi blog dengan foto-foto cantik. Tapi takut modalnya. Btw, good luck dengan blognya ya.
Rule of third itu uda aq pelajarin tapi tetep susyeh penerapannya. Kayaknya ga bakat deh. Huhu
Haduu haduu beneran ngiler..
aku dulu waktu blognya gado gado juga kadang nulis kuliner gini ...
tapi kurang menarik.

Tipsnya mantap bener, aku suka bookmark kalau artikel2 kayak gini mah :')
Percaya atau tidak, pasca ikutan acara ini aku mlh jadi merasa ilang pede untuk posting foto makanan minuman, lhaaah ntar klo ada kerjaan blogger mereview makanan, aku pasti degdegan...
mau komen apa ya?? Ehm.. jadi pengen balik ke Bakpia Wong Jogja terus beli bakpia yang kumbu hitam.. rasane masih menodai pikiranku...
Ceritamakvee said…
Wahhh... Seruu nihh, btw chefnya ganteng yaak ehhh
Hanifa said…
Himawan: Saya masih belajar juga sih.. Semoga next time bisa "menggoda" para pembaca lewat foto-foto makanan di blog ini ehehehe
Hanifa said…
Dyah Yasmina: Modalnya pake kamera smartphone dulu udah bisa koook. Jangan dikasih kendor kalo soal belajar dan coba-mencoba :D
Hanifa said…
Laili Umdatul Khoirurosida: Aaaaaaak I'm flattered :') Semoga bermanfaat yaaaaaaah :D
Hanifa said…
Agustina Purwantini: Waaaaa malah harusnya kita belajar lagi mbaaaaak. Aku pun masih nggak pede. Tapi sebisa mungkin apa yang dipunya dimaksimalin dulu :D
Hanifa said…
Mas Kris: Pikiranmu udah ternoda banyak hal xD Kalo aku penasaran sama Almond-nya. Duuuuh enak bangeeeeeeettttt
Hanifa said…
Mak Vee: HIH udah nggak jomblo jangan genit! Tapi leh uga sih. HAHAHAHAHAHA
disma ariyanti said…
Objek foto boleh sama, tapi kalo yang moto beda angle, teknik, sama kamera emang bisa bikin hasilnya beda banget ya. Jadi miris liat foto-foto di galeri sendiri :')
Hanifa said…
Disma: Ahahahaha sama niiiih sedih fotoku masih gitu-gitu ajaaaa :'D
Hanifa said…
Untari: Sekilas mudah banget keliatannya. Waktu praktek, akkkkk frustasi. Tapi harus latihan terus supaya terbiasa :D Semangat!
Khairunnisa Ast said…
Foto yang bagus, bikin yang liat jadi ngiler. Apalagi sedang puasa 😅
Hanifa said…
Khairunnisa: Ahahaha samaaaa nih ngiler juga liatnya
Hanifa said…
Thank you Doraaaaa
Jd laper klo liat makanan hehehe
Hanifa said…
Lazwardy Perdana Putra: Hehehehehe kalo natanya rapi pasti jadi makin laper :))
fanzsze said…
Hadeh.. Thanks bikin perut keroncongan wkwk, tapi thanks juga karena udah mau berbagi info, sangat bermanfaat.
Hanifa said…
Sama samaaa :D Semoga membantu yah
nur rochma said…
Aku kalau kehabisan ide buat foto, pilih yang ampang aja. Foto satu obyek bendanya saja.