Tired of Being Freelancer?


Baru mengalami kegagalan beberapa kali aja kok rasanya kapok banget. Padahal hidup itu nggak ada yang tahu sampai kapan. Apalagi hidup cuma sekali. Kok jadi orang kapokan banget sih?

Paragraf pembuka tersebut adalah ujaran yang menggaung di kepalaku beberapa waktu belakangan. Aku merasa hidupku berhenti di umur 22. Lewat masa itu, rasanya setiap yang aku lakukan terasa seperti langkah yang salah. Di awali dengan skripsi yang berkali-kali ganti judul dan sekarang tidak punya pekerjaan "kantoran" seperti anak muda umur 20an pada umumnya. Langkah yang terasa salah ini pastinya didukung oleh penghakiman lingkungan sekitar.

This "quarter life crisis" moment seems too real.

Sebenarnya ada banyak email berupa CV dan portofolio yang udah aku kirimkan ke perusahaan-perusahaan, tapi belum ada satu pun yang menyatakan bahwa aku bisa jadi karyawannya. Aku seharusnya nggak khawatir akan hal itu karena pada dasarnya aku udah punya status pekerjaan: freelancer. Tapi tetap aja ada yang terasa kurang. Kurang diterima telinga orang-orang yang mendadak jadi wartawan dan bertanya, "Kerja di mana?"

Kerja di... mana-aja-asal-bisa-colok-kabel-dan-buka-laptop? Valid enough?

http://images5.fanpop.com/image/photos/29300000/-Beautiful-Girl-carey-mulligan-29390843-500-210.gif
Well...

Walau bekerja sebagai freelancer bisa memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, tetap aja ada yang kurang: ketidakpastian lokasi bekerja dan pemasukan. Padahal banyak juga yang mimpi punya home office sendiri, termasuk aku.

Mendadak aku merasa ikut-ikutan narrow minded dengan berpikiran HARUS kerja kantoran dan punya pemasukan yang tetap. Mindset ini tentu harus aku ubah sebelum aku masuk ke golongan orang-orang yang menganggap kalau minum air putih itu bikin gendut. THIS IS F-ING 2017, SISTER!

https://media.tenor.com/images/ed5e58b72c11c7904200de525776ed6a/tenor.gif

Aku seharusnya bersyukur dengan apa yang aku jalani sekarang. Aku bekerja sebagai freelancer di mana aku bisa lebih leluasa membagi waktu tanpa khawatir akan strict-nya jam kantor. Dengan pekerjaanku sekarang, aku bisa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan disiplin. Aku juga bisa mempersiapkan kelanjutan studiku dengan lebih matang karena longgarnya waktu yang aku punya. Bagian yang cukup membuat orang lain iri, I don't have to bust my ass 9 to 5 to get what office people get as their salary.

Mulai sekarang aku harus membiasakan diri untuk live in the moment daripada worrying the uncertainties. Dengan begitu, aku bisa lebih menikmati apa yang aku jalani sekarang dan nggak terlalu capek ngebayangin apa yang belum tentu terjadi di masa depan.

20 Comments

Nodiwa said…
Suka banget dengan tulisan ini. Sebaiknya memang tidak terlalu pusing dengan apa yang dikatakan orang tentang pekerjaan kita. Toh juga halal, tidak mengganggu privasi orang lain. So, enjoy your job, sis :)
Hanifa said…
Thank you so much for your words, Mbak. InsyaAllah I do enjoy it :')
Aku pun sempat mikir gini setelah resign kerja, tapi honestly jadi freelancer tuh menurutku lebih stress-free selama kita pinter2 manage-nya. Lebih seru juga jadi bisa nambah relasi dimana pun dan kapan pun.. Ga cuma sebatas temen cubicle hehe. Ini sotoynya aku sih soalnya aku juga baru setahun ini kan mulai nulis ahahaha. Semangat yah fa! Bismillah kerja apapun yang penting happy dan berkah aminn :))
Hanifa said…
Nah masalah managing nya yang sampe sekarang aku juga masih belajar Bi. Progresku emang lamban tapi InsyaAllah selalu ada progres kalo masalah time managing. InsyaAllah happy 💕
Thank you Bia 😘
erny's journal said…
Cuekin omongan orang ya Fa, semangat terus apapun yang kamu lakukan. Jadi freelancer kan juga pengusaha haha
Boni said…
jadi tuyul online ia mbak :D ane belum sanggup full freelancer karena keahlian belum mumpuni, semoga bisa seperti mbak satu ini. keren
Siswiyanti Sugi said…
Don't be tired, Mak. Saya malah baru mulai mengadu nasib di rimba freelance setelah belasan tahun kerja formal ��
Sri-Mulyani said…
Padahal banyak orang kantoran yang jenuh dan pengen resign, menginginkan bisa pada posisi Mbak. Bebas tapi berpenghasilan dan keren...👍
demi dewa sembilan belas yang udah vakummm !!!! ini persis sama yang ada dikepalaku dan dada! hahah dari hurup pertama sampe hurup terakhir, persis! *penggangan.
Hanifa said…
I'M HOLDING YOUR HAND TIGHTLY SISTUUUUURRRR. WE GOT THIIIS! :'*
Hanifa said…
Hidup memang wang sinawang ya Mak :') InsyaAllah kalau sudah rejekinya pasti ada jalan :')
Hanifa said…
Betul Mak Tira :')
Hanifa said…
Bismillah Mak.. Semoga jadi jalan yang terbaik kalau memang sudah rejekinya :')
Hanifa said…
Kalau disebut tuyul online sih... Gimana ya... HAHAHAHA konotasinya agak jelek. Internet skills pay the bills, mungkin ya? Saya juga baru awal masuk dunia kerja yang lepas dari embel2 mahasiswa. Terjun langsung rasanya cukup ekstrim juga. Bismillah... Semoga ini jalan yang terbaik :)
Hanifa said…
SIAP ER <3

InsyaAllah kalau emang rejekinya begini, mungkin ini bener jalan yang terbaik. Iya juga ya... Wirausahawan. Ah, siapa sangka :')
Judith Cholya said…
Yah kok dikit amat kak tulisannya padahal masih pengen baca #ketagihan ahaha but yesss setuju banget sumpah aku juga bingung kalo ditanya kerjaannya apa.. Bukan karena gaada kerjaan, tapi saking banyaknya kerjaan dan macem2 gitu loh jenisnya jadi netizen jaman past bakalan susah paham :") trus if every lines of your blog is a tweet I will surely retweet this part thousand times "kerja ga harus di kantor jadi pekerja kantoran" trus setuju juga bikin ngiri orang2 yg tiap hari harus kerja 9 to 5 sementara waktu kerja freelancer tuh flexible.. Cuma ya gitu.. Gajinya flexible juga ahaha adaw 💔

Heyyyyyjudeeeee.wordpress.com
Judith Cholya said…
WKWKWK RAHMA KENAPA DEMI DEWA SIH ASTAGA NGAKAK SEKEBON 😂😂😂
Hanifa said…
((( gajinya fleksibel ))) realtif besar ya semoganyaaah amin.

Ini nulisnya asli curhat karena pikiran suntuk aja Kak Jude. Jadi nggak mikir berapa ratus kata, pokoknya aku tumpahin aja :') But thank youuuu for the feedback! I really appreciate it <3
Hanifa said…
Mana dia tambahin udah vakum xD Ntar kalo kambek, kaget sendiri kita xD xD xD