Sebelum Menikah, Pahami Dulu Nutrisi Pada 1000 Hari Pertama Kelahiran

February 17, 2018

Pria dan wanita lajang, mana suaranyaaaaa!

Alright, I'm on of the people who will scream harder than anyone else perhaps. Bukan karena merasa menjadi lajang itu menyengsarakan atau gimana, cuma feeling proud of being myself aja HAHAHA. Masa-masa lajang bisa dibilang masa yang membebaskan seseorang untuk melakukan apapun. Katanya, nanti kalau udah nikah, akan banyak "pantangan" yang harus dijalani.

Dih, katanya tuh kata siapa cobak. Saya banyak kenal buibu dan pakbapak yang tetep aktif berkegiatan apapun dengan leluasa setelah menikah. Menikah nggak bikin hidup mereka terkekang tuh. Justru malah makin kreatif karena opo wae ditandangi lan dilakoni. 

Contoh buibu dan pakbapak yang makin kreatif setelah menikah sih saya lihat dari semangat temen-temen blogger Jogja untuk belajar lebih banyak dan mengedukasi masyarakat melalui tulisan-tulisannya. Semangat ini saya lihat dari antusiasme mereka pada talkshow kesehatan "Menyediakan Gizi Terbaik dalam Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan". Event ini diselenggarakan oleh Nutricia Sari Husada pada hari Sabtu, 10 Februari 2017 di Mezzanine Jogja.

Talkshow yang menghadirkan Dr. Endy Paryanto dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak dan Bidan Nuniek Endang dari PD IBI Yogykarta sebagai pembicara. Sebelumnya, acara dibuka dengan sesi cek kesehatan dan makan siang bersama. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama kedua narasumber.

Cek kesehatan bersama teman-teman dari Nutricia Sari Husada

Pada kesempatan ini. Dr. Endy menyampaikan beberapa hal yang perlu dipahami masyarakat terkait topik 1000 HPK/hari pertama kelahiran. 1000 hari yang dimaksud bukan terhitung sejak bayi lahir, tapi sejak masa pembuahan. Jadi selama bayi masih berbentuk janin di rahim ibu, itu sudah dihitung masuk ke 1000 hari yang diperlukan. 

Masa 1000 hari optimasi pemberian gizi ini berakhir saat bayi memasuki umur 2 tahun. Hitungan kasarnya sih 270 hari di dalam kandungan + 730 hari masa awal pertumbuhan bayi. Untuk asupan gizi, jelas ASI yang jadi asupan terbaik untuk bayi. Memasuki bulan ke-6, bayi perlu diberikan tambahan makanan berupa makanan pendamping ASI (MPASI). 

Pemberian MPASI pun harus melihat kesiapan dari sang bayi. Tanda seorang bayi siap untuk makanan pendamping dilihat dari posisi tubuhnya yang sudah mampu duduk tegak. Dengan begitu, kemungkinan tersedaknya makanan dapat diminimalisir. Jangan disepelein, lho. Kasus bayo tersedak bisa jadi fatal bila nggak ditangani dengan cepat. Jadi, mencegah tetap lebih baik yah.

Talkshow kesehatan bersama Dr. Endy Paryanto dan Bidan Nuniek Endang

Bidan Nuniek sebagai bidan yang berpengalaman pun menambahkan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh calon orang tua. Masalah hamil dan melahirkan itu bukan cuma tanggungan buibu lho. Pakbapak juga harus ikut serta membantu saat proses ini berlangsung. Beberapa poin yang harus diperhatikan tersebut antara lain:

1. Mempersiapkan kehamilan dengan mengonsumsi makanan-makanan bergizi tinggi dan asam folat
2. Bila memungkinkan, sebaiknya usia sang ibu hamil berkisar antara umur 22-35. Kurang/lebih dari itu, resikonya lebih tinggi.
3. Ibu yang sedang hamil harus lebih santai. Para ayah bisa dong bantu pijit atau nyelesein kerjaan rumah biar tambah rileks.
4. Saat hamil, cek rutin ke bidan yang sama setidaknya 4x selama hamil. 
5. Disarankan untuk nggak pindah-pindah bidan yak. Bonding dengan bidan yang sama sejak awal kehamilan hingga kelahiran sangat diperlukan supaya rasa saling percaya juga jadi lebih kuat.

Seusai talkshow, acara dilanjutkan dengan demo masak oleh Ibu Ana dan Chef Rissa. Baik Ibu Ana maupun Chef Rissa menyiapkan sajian yang simpel, namun tetap bergizi dan tentunya aman untuk dikonsumsi.

Dari penjelasan di atas, semoga temen-temen yang belum menikah atau sedang dalam persiapan untuk menikah belajar sedikit ilmu seputar nutrisi 1000 hari pertama kelahiran. Perlu diingat juga kalau sebelum menikah masih ada tahap-tahap lain yang juga nggak boleh dilewatkan. Jadi, langsung cari tau dari obgyn di RS atau bidan di klinik terdekat yak! See you on the next post!

6 comments:

Stephanus Christiono said...

Semangat mbak, lumayan to ilmunya bisa buat persiapan besok kalo mau punya anak. :D

Ella fitria said...

Wooh baru tau kl ternyata 1000 hari diitung sejak bayi masih di dalam perut.. Uewwh meski masih lajang, ini informasi penting bgt buat q sendiri. Hhh

Hanifa said...

Mayaaaaan itung-itung nabung pengetahuan dulu Mas ahahaha

Hanifa said...

Penting banget Kaaaak. Sekedar tahu dulu aja biar besok kalo udah punya beneran enggak kagok ehehehe

Amirotul Choiriah said...

Yap, mayan buat referensi. Thanks infonya kak

Hanifa said...

Sama-samaaa :D

Leave your comment and your blog URL, so that I can blogwalking to yours. Supaya saya bisa langsung blogwalking, tulis komentar dan URL blogmu yaaa :))

Powered by Blogger.