3 Hal yang Saya Pelajari Selama 7 Tahun Ngeblog

Terus terang, saya masih nggak percaya kalau ternyata blog ini sudah ada 7 tahun lamanya. Sebenarnya kalau mau ditotal dengan blog yang sudah saya pensiunkan sebelum tahun 2014 dulu, total lama ngeblog mungkin udah sekitar 13 tahun, terhitung dari tahun 2009. Tentu saja selama itu pula ada banyak perbedaan yang saya rasakan dari tahun ke tahun sebagai orang yang memanfaatkan platform blog untuk menulis.

simple wordpress niagahoster

Sedikit flashback ke tahun 2009, saya inget banget dulu tuh nulis blog cuma buat curhat sampah seputar ketemu gebetan di sekolah, bete pas pulang ke rumah karena Trans Jogja mogok di Ring Road Utara, atau karena MU kalah. Yha, se-random itu dulu nulisnya. Saya memperlakukan blog layaknya diary dan disempet-sempetin buat mampir ke warnet kala itu hanya untuk update curhatan.

Lalu masuk ke tahun 2014, saya mulai aktif ngeblog lebih niat dan ikut serta di beberapa kompetisi menulis di blog. Salah satu yang saya ikuti saat itu adalah challenge menulis tematik yang ditentukan setiap hari dalam jangka waktu tertentu dari Radio Swaragama FM. Tulisan saya yang berjudul “As The Only One Child” sempat menjadi pemenang harian dan mendapatkan hadiah berupa mug dan CD dari Swaragama FM.

Baca juga: Jangan Sepelekan 7 Hal Penting Ini Setelah Membuat Blog!

Turning point saya lebih aktif nulis blog lagi tuh setelah dibeliin laptop di tahun 2016. Kala itu saya masih stuck dengan skripsi yang udah ganti judul beberapa kali dan mulai mencari pekerjaan freelance nulis di media-media online. Akhir tahun tersebut, saya melakukan upgrade blog dengan membeli TLD (Top Level Domain) .com yang digunakan hingga saat ini.

Kalau diinget-inget lagi, banyak banget kenangan yang saya lalui selama ngeblog, dari yang bikin senyum lebar sampai nangis - semuanya ada. Tapi kalau ditanya apa saja yang saya pelajari dari pengalaman ngeblog selama ini, sepertinya lebih ringkas apabila saya paparkan menjadi 3 poin penting seperti berikut.

Tetap ngeblog walau niche terlanjur gado-gado

Dari awal saya ngeblog, tujuan saya hanya ada satu: curhat. Saya tipikal orang yang nggak punya banyak temen saat sekolah dulu. Saya legit bawa 1 buku yang emang ditujukan sebagai diari, terinspirasi dari The Princess Diary, dan itu yang selalu jadi pegangan saya ke mana aja. Kalau sedang gabut nunggu waktu les setelah pulang sekolah, saya bakal ke warnet dan update blog dengan curhatan receh.

Lalu setelah beberapa tahun mengenal blog dan potensinya untuk menjadi salah satu tools marketing profesional, saya jadi mengerti pentingnya niche blog untuk kebutuhan branding. Kalau kayak temen saya Denia, dia kan emang sejak awal sudah nge-branding dirinya sebagai fashion blogger. Nah, kalau saya apa nih?

Baca juga: 5 Blogging Tips yang Ingin Saya Ketahui Sejak Awal Ngeblog

Awalnya saya bingung banget, mengingat interest saya memang masih belum spesifik ke satu hal aja. Akhirnya pada tahun 2016, blog gado-gado ini saya klaim menjadi blog lifestyle dengan beberapa kategori pembahasan berupa Beauty & Fashion, Blogging & Social Media, Event Report, Food & Travel, dan Self Development. Setelah interest saya dominan ke dunia beauty, saya mulai branding diri sendiri dengan lifestyle and beauty blogger.

simple wordpress niagahoster
Beberapa kategori label konten yang ada di blog honeyvha.com

Apakah saya sempet ragu dengan potensi blog yang niche-nya gado-gado ini. Oh, jelas! Bukan Hanifa namanya kalo nggak overthinking ngebandingin blog lain sama punya dia. Tapi saat saya tahu bahwa dengan melakukan organisasi kategori bisa improve SEO blog, saya langsung beberes dan masukin ke 5 major category yang ada di blog.

Komunitas blogger tuh sepenting itu

Beberapa tahun awal ngeblog, saya hanya fokus pada tulisan sendiri dan hanya melakukan blogwalking di blog-blog yang memang saya sukai aja. Saya nggak punya temen sesama blogger yang dekat satu sama lain, jadi nggak ngerti juga nih gimana caranya ngembangin blog, baik dari segi konten maupun audience. Akhirnya saya memutuskan untuk coba cari tau info komunitas blog melalui Facebook.

Dari pencarian tersebut, saya berhasil menemukan Blogger Perempuan dan Komunitas Blogger Jogja. Dengan usaha stalking sana sini, saya juga menemukan Kumpulan Emak Blogger, Warung Blogger, Komunitas Beauty Blogger Indonesia, dan masih banyak lainnya. Sejak saat itu, saya jadi lebih update dengan info event blogger, job blogging, dan update dari temen-temen sesama blogger.

Baca juga: 5 Manfaat Gabung Komunitas Blogger

Perjalanan berkoneksi dengan banyak blogger dari berbagai daerah dan latar belakang budaya, bikin saya memaknai ngeblog sebagai kegiatan yang lebih dari sekedar menulis. Dari komunitas blog juga saya berkesempatan untuk bisa mengelola project dan bekerja sama dengan bermacam-macam brand.

Mau naik level? Update skill and gear!

Proses ngeblog selama bertahun-tahun sampe akhirnya bisa menghasilkan dan di-recognize berbagai brand hingga mendapatkan deal kerjasama bukanlah hal yang mudah. Ada waktu, tenaga, dan biaya yang didedikasikan untuk belajar dan melakukan upgrade sana sini supaya konten dan tampilan blog semakin menarik di mata pembaca. 

But that’s how I learned about levelling up as a blogger.

Level up sebagai blogger ini saya lalui prosesnya dengan rutin update skill dan juga gear. Walau frekuensinya masih se-mood-nya aja, at least udah menyempatkan. Update skill biasa saya lakukan dengan belajar dari berbagai sumber artikel atau video mengenai SEO dan digital marketing in general. Saya juga meluangkan waktu untuk brainstorming sama temen-temen blogger lainnya, terutama tentang how to take blogging to the next level.

Baca juga: 7 Hal yang Saya Pelajari dari Beauty Blogger

Selain skill, gear juga nggak kalah penting untuk di-update. Gear di sini adalah peralatan penunjang ngeblog, seperti laptop, kamera, properti foto, editing tools, hingga perlengkapan penunjang kerja di rumah. Nggak ketinggalan, platform dan template yang digunakan pada blog. Kalau selama ini saya masih pake Blogger, secepatnya saya pengen bisa bikin blog lagi dengan platform lain, seperti Wordpress misalnya.

Untuk urusan pekerjaan kantor, saya sudah sering menggunakan Wordpress. Saya akui rasanya cukup nyaman dari segi content organizing dan optimasinya. Apalagi kalau didukung dengan adanya tema yang responsif dan plugin pendukung optimasi konten semacam Yoast SEO. 

Fitur-fitur tersebut ternyata bisa ditemukan pada layanan Simple Wordpress dari Niagahoster yang terdiri atas 3 paket: blog, company profile, dan toko online. Ada berbagai keunggulan yang ditawarkan layanan ini, berupa kemudahan migrasi website, instalasi sekali klik, proteksi malware, backup harian, hinggal SSL gratis.

simple wordpress niagahoster

simple wordpress niagahoster

simple wordpress niagahoster

Harga paket dan fitur yang tersedia pada Simple Wordpress Niaghoster

Tergiur nyobain juga nggak? Langsung aja masuk ke landing page Simple Wordpress di Niagahoster dan manfaatin promo diskon 70% untuk new users yang udah include free domain, plus diskon tambahan 10% dengan menggunakan kode promo HONEYVHA.

Semoga makin semangat ngeblog dan terus berkarya dengan adanya kemudahan layanan ini ya! Good luck and see you in the next post!

Post a Comment

19 Comments

Ijo mata baca berbagai keunggulan yang ditawarkan layanan Simple Wordpress dari Niagahoster. Kemudahan migrasi website, instalasi sekali klik, proteksi malware, backup harian, hinggal SSL gratis.Wow banget ini!
Nia K. Haryanto said…
Setuju deh aku dengan nomor 1 itu. Tetap ngeblog walopun niche terlanjur segala ada ya. Dan iya, dengan komunitas, kita jadi lebih semangat dan bangga. Aku dulu ogah-ogahan ngeblog, lebih mentingin kerjaan nulis yang lain. Tapi saat serius, ternyata ngeblog juga bisa jadi pintu kerja. Btw, pengen deh aku migrasi ke WP. SEO dan fiturnya jos katanya. Aku huhu males ngurus dan dari awalnya lagi itu. Kudu mulai dipikirkan lagi nih.
Sri Widiyastuti said…
Sama mbak, kalau saya dulu ngeblog di multiply, isinya curhat ibu ibu hehe lalu baru optimasi blog tahun 2017. Alhamdulillah, skrg udah ada satu lagi blog di WP, jadi pengen optimasi lagi deh, apalagi diskonnya gede banget ya
Dee_Arif said…
Mantap banget, sudah 7 tahun ngeblog ya
Pasti sudah banyak pengalamannya
Ngeblog pakai SimpleWP dari Niagahoster jadi makin asik
Nanik nara said…
simpleWP di niagahoster ada diskon 70%, wah godaan banget ini buat bikin anakan blog lagi.

Saya pun isi blognya gado-gado mbak, segala macam cerita ada. Jaman anak-anak kecil, membranding jadi parenting blogger soalnya isinya tentang anak-anak semua. Setelah anak-anak besar, nggak pernah lagi ceritain tentang anak-anak di blog
Waah mayan banget ya mbak. Diskon di Niaga Hoster sampai 70 persen. Sayangnya saya udah gak pakai wordpress lagi. Dulu boyongan pindah dari wp ke blogspot 6 tahun lalu.
Mirna Rahardjo said…
Yuk bisa yuk update skill dan gear, emang harus gitu sih biar perfoma blog tetep bagus, tapi kalo ngeblognya masih di ranah untuk suka-suka ya bisa sewajarnya aja ngejarnya. Btw aku 2022 ini tahun ke 3 aku pake niagahoster, based on pengalamanku mereka bagus sih, cepet terendus google.
Utie Adnu said…
Nichie aku nih kak belum fokus bnget masih gado2 tapi terus Aja berusaha untuk nulis Ada blog satu lagi khusus food jarang diisi karena trbengur pandemi gĂ k kulineran.. mau mulai fokus deh
khairiah said…
ha...3x aku jadi inget blogku yang banyak tulisannya tentang ngegalau dan nggak terasa udah 6 tahun aku nulis blog. sampai sekarang
Okti Li said…
Kita kembali ke niat awal ngeblog but apa ya?
Jadi walaupun Niche ga satu arah, kalau memang mau menulis dan bermanfaat buat pembaca lanjutkan saja. Insyaallah setiap tulisan akan ada nasib dan jodohnya. Kalau udah rezeki gak akan kemana gitu ya hehehe
Idah Ceris said…
Dulu, tiap liat kejadian saat di perjalanan saja ditulis ya, mbak. Serandom itu memang, tapi asyik.

Aku juga langganan hosting di niaga, nih. Sering ada promo. Seneng akutuuu. Hahaha.
lendyagassi said…
Keren sekali, kak..
Sudah mulai menulis blog dari 2009. Dan hingga kini, tentu menjadi blogger kudu banyak belajar dan memahami komunikasi yang baik dengan sesaam logger ataupun dengan klien.
Update WP ini idaman banget ya..
Selain mudah tapi juga lebih nyaman karena pengaturannya yang serba simple.
echaimutenan said…
Aku juga mak awalnya curhat jadi beneran berjalan sesuai cerita hidup 😂😂😂 seneng aja menemani perjalanan sampe sekarang. Tapi memang bener klo ga beneran nyoba nambah ilmu susah di dunia ini ttp upgrade skill
Gusti yeni said…
Waah kepo maak pengen cobain, ternyata gak berasa ya mak ngeblog sudah lama sekali. Pasti mengalami jatuh bangun juga ya mak selam pandemi.

Swmoga sehat selalu mak
HM Zwan said…
Blog saya juga gado gado mbak hehe. Apapun itu, yang penting tetap menulis dan berbagi ya. Wah, boleh juga ini infonya.
Wiwied Widya said…
Hooh jadi tergiur pengen pindah ke SimpleWP aja nih jadinya. aku abis liat2 webnya niagahoster , simplewp nih fiturnya banyak dan nggak bikin pusing ya. Terjangkau pula.
Dewi Rieka said…
Setuju, blogger harus selalu memg upgrade diri ya..terus Hosting yang bagus juga mempengaruhi karir kita sebagai blogger ya, kalau web kita lancar dibuka, pengunjung makin banyak yang tertarik datang ke blog kita..
nice your post, slalu semangat ngeblog, berbagi artikel yang bermanfaat
Dulu awal belajar ngeblog, aku malah pakenya wordpress. Lebih enak sebenarnya loh interface dari wordpress ini. Asyik ya sekarang udah bisa dapet desain yang nyaman dengan simple wordpress. Kita tinggal bayar dan setelah itu pikirin content aja, ga usah ribet memusingkan urusan lainnya.